ARTIKEL



KISAH PERJALANAN KARIR " KOES BERSAUDARA " & KOES PLUS

KOES BROTHERS ( 1960 )
    
  Dirangkum oleh : Martan Kiswoto


 TONNY KOESWOYO/ Pantas dicatat dengan tinta emas dalam lembar sejarah perkembangan musik POP di Indonesia/ Karena dari TONNY lah nama besar Koes dimulai.
Tonny membangkitkan semangat musikal adik adiknya yang pada akhirnya mampu mendapatkan posisi yang istimewa dikancah musik Pop Indonesia. Tonny Keswoyo dilahirkan di kota Tuban Jawa Timur tahun 1936 dengan nama Koestono.
Tonny tatkala kecil sudah gemar menuangkan imajinasinya dalam bermusik, melalui ember dan baskom yang dipukul pukul dengan stick yang terbuat dari batang lidi dan dibagian ujungnya diberi bunga jambu atau cengkaruk.
Dengan bernyanyi diiringi dengan drum ember dan baskom sejak kecil, maka nuansa musikal didalam jiwanyapun menjadi tumbuh subur.
Ketika Tonny beranjak remaja, maka dalam mengekspresikan semangat bermusiknyapun menjadi semakin rasional.
Dengan sebuah gitar akustik yang dibelinya dari tukang loak Yonny mulai melantunkan lagu lagu yang lebih bisa dinikmati.
Namun Tonny harus melalui rintangan dalam meniti karirnya, karena ' sang ayah koeswoyo tidak senang bila anaknya menggeleluti musik. Dimata anak anaknya Koeswoyo adalah sosok orang tua yang berwibawa dan sangat disegani. Maklum karena Koeswoyo adalah pegawai dijaman kolonial dan masih keturunan Sunan Drajat ke VII. Jadi memang masih " Darah Biru "
Namun Tonny masih punya keyakinan, bahwa apa yang dilakukan adalah benar, lambat atau cepet akan meyakinkan sang ayah untuk mendukungnya.
Saat itu Tonny sudah sangat yakin bahwa hidupnya akan tetap main musik.Dan dia bertekat akan mengabdi pada orang tua tercinta melalui musik.
Ternyata Tuhan memberikan jalan bagi Tonny untuk mewujudkan cita citanya dalam bermusik.
Pada tahun 1951 keluarga Koeswoyo pindah domisili dari Tuban ke Jakarta. Sebagai ibukota negara Jakarta tentu akan lebih banyak memberikan harapan dalam meniti karier musik Tonny dan keluarganya.
Tonny sangat gigih dalam menggembleng adik adiknya dalam bermusik, sambil mengasah adik adiknya dalam bermusik. Tonny juga bermain bermain musik bersama sama teman temannya dikelompok " Teenage Voice " dan " Teruna Ria ". Teman teman Tonny dalam bermusik saat itu Sopan Sophiaan yang kemudian lebih dikenal sebagai bintang film. Sedangkan teman yang lainnya adalah Yan Mintaraga yang kemudian dikenal sebagai komikus atau penulis buku komik.
Pada saat itu lagu lgu yang populer dikalangan remaja adalah kelompok duet dari maca negara seperti " Kalin Twin " ( Harold & Herbie ) dan The Everly Brothers ( Phil & Don ) yang memang sangat populer di Amerika maupun Eropa pada sekitar tahun 1961.
Kepopuleran Kelompok tersebut mampu membangkitkan imajinasi Tonny untuk mengilhami " Kus Brothers " yang selanjutnya lebih dikenal dengan " Kus Bros " yang personilnya terdiri atas lima anak keluarga Koeswoyo. Koesdjono ( Djon ) Koestono ( Tonny ) Koesnomo ( Nomo ) Koesyono( Yon ) dan Koessroyo ( Yok )
Kehadiran " Koes Bross: ternyata mendapat sambutan hangat, lagu2 yang mereka bawakan merupakan lagu2 hits dari Kalin Twin, The Everly Brothers dan lagu2 dari Elvis Presley yang berirama rock'n roll
Kalangan anak muda ibukota pun mulai memperhitungkan kehadiran Koes Bros. Namun Tonny Koeswoyo tidak merasa puas dengan keberhasilannya, karena, dalam setiap penampilannya hanya membawakan lagu2 milik group lain, yang berarti ikut mempopulerkan saja. Aplus tatu tepuk tangan gemuruh yang selalu menyambut kehadirannya dipanggung, bukankah membanggakan dirinya, karena lagu2 yang dibawakan bukanlah ciptaannya sendiri.
Maka dalam setiap  penampilannya 'Koes Bros" juga selelu melantunkan lagu2 yang diciptkan sendiri.
Ternyata lagu2 ciptaanya mampu mendapatkan aplus juga, dan sangat beruntung. karena lagu2 yang dibawakannya juga mampu menggugah naluri bisnis mas Yos sang pemilik perusahaan rekaman IRAMA record.
Mas Yos pun memutuskan untuk memboyong " Koes Bros " ke dapur rekaman.

"Dewi Rindu" sebuah lagu ciptaan Tonny koeswoyo merupakan salah satu lagu yang direkam pada album perdama " koes Bersaudara". Ya sejak masuk dunia rekaman, kelompok musiknya bukan bernama "Koes Bros".  Dalam album perdana / yang Covernya  masih sangat sederhana  terdapat duabelas lagu / antara lain : Dewi Rindu / Telaga Sunyi / Dara Manisku /       Angin Laut / Bis Sekolah / Senja / Aku Rindu / Selamat Berpisah /Oh kau Tahu / Kuduslah Cintamu / Pagi Yang Indah dan Gadis Puri.// Dalam album perdana / warna musiknya masih tetap dipengaruhi oleh warna ‘sweet’nya The Everly Brothers // Itu semua terlihat dari harmonisasi duet antara  Yon dan Yok / duet yang manis ini merupakan gemblengan dari Tonny yang tak kenal lelah dalam melatih vokal Yon dan Yok agar mampu mencapai harmonisasi duet yang benar2 prima.// Ternyata hasil kerja keras Tonny tidaklah sia-sia / duet Yon dan Yok sampai saat ini masih menjadi duet yang legendaris yang sulit tertandingi.//
Dengan dirilisnya album perdana Kus Bersaudara ini membuat sang ayah Koeswoyo mulai tumbuh rasa percaya diri / bahwa musik adalah pilihan hidup mereka / dan sang ayah pun yakin bahwa anak2nya akan mampu hidup dari bermusik.//
Inilah saat Koes tinggal landas /yang kemudian menjadi track records dari sebuah perjalanan panjang  Koes di industri musik Pop Indonesia.//
Dari album rekaman perdananya itulah kemudian Koes meluncur deras / melewati masa depan  dan menggoreskan catatan sejarah musik pop Indonesia yang menjadi legenda.// 


Diantara popularitas “Koes Bersaudara”dengan lagu2 manisnya / pada tahun 1964 muncullah popularitas baru dengan nomor-nomor lagu yang membuat pendengarnya terhipnotis untuk berjingkrak-jingkrak// Salah satu group yang hadir dengan musik yang hingar bingar ini adalah THE BEATLES / sebuah kelompok musik asal kota Liverpool Inggris / yang ternyata hingga saat ini juga melegendaris.// Kelompok musik The Beatles / terdiri atas John Lennon /George Horison / Paul Mc Cartney dan Ringo Star.//

Kelompok  musik The Beatles ini / benar2 telah membius penggemar musik dikalangan remaja seantero dunia / termasuk di Indonesia// Bukan hanya irama musiknya saja yang digandrungi / tetapi juga ala pakainnya / maupun model potongan rambutnya.// The Beatles seakan telah membalikkan trend musik dunia saat itu // Tak terkecuali Koes Bersaudara juga telah terkontaminasi dengan aliran musik The Beatles.//
Sehingga pada setiap aksi panggungnya / Koes Bersaudara selalu menampilkan lagu2 The Beatles yang hingar bingar diantara lagu2 sendu milik The Everly Brothers maupun lagu ciptaannya sendiri. // Penampilan Koes Bersaudara dengan membawakan lagu2nya The Beatles / ternyata menuai resiko / karena pada saat itu / pemerintah telah mencanangkan anti kapitalisme // Lalu menyegel musik2 barat yang disebutnya sebagai musik Ngak Ngik Ngok.// Dan pada saat itu pula /Presiden memberikan kecaman terhadap Koes Bersaudara / karena ikut membawakan lagu2 the beatles dalam setiap show nya.//
Bahkan juga menganggap lagu2 Koes Bersaudara itu cengeng tidak patriotik.//
Ditengah popularitas Koes Bersaudara / pada tahun 1965 Koes Bersaudara akan diperalat  untuk kepentingan politik oleh PKI namun Tonny  dengan tegas menolaknya // Namun kelompok  Koes Bersaudara justru dicap sebagai Manikebu atau manifesto kebudayaan yang tidak nasionalis //  Kemudian tanpa alasan yang jelas pada hari Kamis tanggal 1 Juli 1965 Rumah Keluarga Koes kedatangan tamu istimewa /sejumlah tentara dari KOTI  atau Komando Operasi Tertinggi / yang secara khusus menjemput Koes Bersaudara untuk dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Glodok / tanpa alasan yang jelas.//
Keluarga Koes heran / karena mereka bukan politikus dan bukan serdadu.//
Tidak hanya itu saja tapi juga menyita peralatan musik mereka. //
Hari-hari  Koes Bersaudara di penjara mereka jalani hampir tanpa beban berarti/ padahal mereka hanya makan seadanya dengan kondisi yang tidak nyaman.//
Mereka juga tidak memikirkan ancaman pidana  yang  dikaitkan dengan pasal  subversif / yang ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara.//
Saat berada dipenjara / justru mereka sempatkan untuk menciptakan lagu// dan saat itu terciptalah beberapa buah nomor lagu / diantaranya Voorman / Jadikan Aku Domba Mu / Didalam Bui / To The So  Called The Guilties / dan Balada Kamar 15.//

Pada tanggal 29 September 1965 / satu hari menjelang meletusnya “Gerakan 30 september” / tahu-tahu ada perintah pembebasan  Koes
Bersaudara / tanpa ada alasan yang jelas pula seperti pada saat penahanan.//
Karena mereka berada dalam penjara selama hampir tiga bulan / maka tidak tahu banyak apa yang terjadi waktu itu / namun yang jelas / perusahaan rekaman IRAMA  yang merupakan dapur rekaman lagu2 Koes Bersaudara / telah gulung tikar.//
Saat itu pula Koes Bersaudara beralih / dibawah naungan perusahaan rekaman DIMITA / untuk merekam album berikutnya.//
Setelah melampaui berbagai rintangan dan berbagai kesuksesan /diantara personil Koes Bersaudara mulai berguguran / setelah Djon mengundurkan diri giliran Nomo sang penggebug Drum mengundurkan diri dengan alasan yang sama / akan menekuni bisnisnya yang mereka anggap lebih menjanjikan dibanding dunia musik.//
Dengan mundurnya Nomo / maka bergabunglah Murry / yang menggantikan posisi Nomo sebagai penggebug Drum pada tahun 1969.//
Tommy Darmo yang merupakan sahabat Tonny / memperkenalkan temannya yang bernama Kasmuri / pemain Drum Irama Janger Surabaya dan Patas Band jakarta yang kemudian dikenal sebagai Murry.
Masuknya Murry menjadikan Koes Bersaudara berubah nama menjadi KOES PLUS // Nama ini diilhami oleh nama obat yang populer saat itu APC PLUS. //
Masuknya Murry sebagai penggebug drum / menjadikan warna musik Koes Plus mengalami perubahan / hal ini membuat penggemar Koes Bersaudara  tidak mudah untuk menerima begitu saja / diperlukan adaptasi /dan ini terbukti dengan respon terhadap album perdana Koes Plus tidak sebagus waktu Koes Bersaudara//
Dalam album perdana Koes Plus / sebenarnya lagu2 yang disajikan lebih bervariasi / ada irama yang sendu seperti lagu Cintamu Tlah Berlalu / Derita atau irama yang menghentak seperti Dheg Dheg Plas dan Kelelawar.//

Kurangnya respon terhadap album perdana Koes Plus / tidaklah membuat pesimis / namun justru menjadikan cambuk untuk berbuat lebih baik lagi // Pada akhir tahun 1969 / Koes Plus mengikuti festival musik yang bertajuk :JAMBORE MUSIK di Istora Senayan Jakarta / acara ini merupakan pesta musik terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia pada waktu itu.//
Penampilan Koes Plus mendapatkan sambutan hangat dari penggemar yang tumpah ruah di Istora Senayan Jakarta //
Dengan melantunkan lagu2 karyanya yang seperti Manis Sayang / Derita / serta dengan gaya yang sederhana / menempatkan Koes Plus sebagai kelompok Musik yang paling mendapatkan aplus dari penonton / dibanding band lainnya yang rata2 membawakan lagu barat dengan aksi panggung yang atraktif.//
Inilah awal diterimanya Koes Plus / setelah mereka kehilangan Koes Bersaudara//  Dan mulai saat itu pula / album perdana Koes Plus yang sebelumnya ambles dipasaran / menjadi sering diputar di radio dan menjadi laris manis dipasaran.//
Keberhasilan Koes Plus dengan album perdananya / menumbuhkan rasa optimis   perusahaan rekaman DIMITA / yang kemudian tidak segan2 untuk mengontrak lima album  berikutnya.//
Ada yang unik pada album lagu2 Koes Plus pada lima album yang direkam oleh perusahaan rekaman DIMITA , yaitu munculnya lagu2 yang berjudul NUSANTARA. Yang kemudian hingga NUSANTARA duabelas.
Dirilisnya album Nusantara / untuk menepis tuduhan Pemerintah saat itu / yang    menganggap kelompok Koes Plus tidak patriotik / diragukan nasionalismenya /hanya membawakan lagu2 barat yang Ngak Ngik Ngok dalam aksi panggungnya//

Sukses Koes Plus menelorkan  tujuh album di perusahaan rekaman DIMITA cukup membahagiakan mereka / betapa tidak / saat itu masing2 personil diberikan  bonus sebuah sepeda motor oleh DIMITA Records / yang saat itu / tahun 1969 keberadaan sepeda motor merupakan barang mewah// Tonny mendapatkan Honda
CB100 dan yang lainnya mendapatkan Honda C90.
Ditengah kebahagiaan mereka dengan keberadaan sepeda motornya / tiba-tiba datang tawaran dari perusahaan rekaman ternama REMACO atau  Republic manufacturing Company milik Eugene Timothy / untuk merekam album berikutnya.//
Dan yang fantastis dari penawaran ini / personil Koes Plus diberikan bonus awal masing-masing sebuah Mobil.//
Tak pelak lagi / maka Koes Plus segera hijrah ke REMACO Records / untuk merilis album berikutnya./.  Dengan bonus awal yang fantastis / didapur rekaman Remaco Koes Plus juga menghasilkan album yang fantastis pula / dalam satu tahun  dapat merilis tiga
album yang memiliki corak berbeda / mulai lagu Qosidah / Pop Anak-anak /  Pop Melayu / bahkan juga album lagu2 Natal.//
Didapur studio rekaman REMACO / Koes Plus telah merekam sekitar 40 sampai 50 rekaman // saking banyaknya jumlah karya cipta Koes Plus / hingga sulit dapat dipastikan jumlahnya.
Di era tahun 70an / Koes Plus tidak tertandingi popularitasnya maupun  produktifitasnya.// Tidak bisa dipungkiri / kenyataan dipasaran apapun lagu-lagu Koes Plus / selalu dicari dan disukai oleh pendengarnya..Kondisi ini menjadikan Koes Plus terlena oleh tuntutan penggemarnya / yang selalu menanti karya2 terbarunya.//
Akibatnya para kritikus musik di tanah air menilai lagu2 Koes Plus sebagai lagu  “Kacang Goreng” / yang memiliki konotasi asal laris namun tidak lagi  memperhatikan kwalitas.//
Namun uniknya tanpa ragu2  Tonny Koeswoyo tidak membantah pernyataan Itu /  bahkan berkilah “ Memangnya gampang bikin lagu “Kacang Goreng”.// Bikin lagu “Kacang Goreng” yang laku / itu yang susah.//

  
Tingkat persaingan semakin terasa / dan Musikalitas personil Koes Plus telah mencapai titik jenuh / maka pada tahun 1977 Tonny mengambil langkah strategis dengan mengajak Nomo untuk bergabung kembali / untuk membangkitkan Koes Bersaudara / mereka tampil di TVRI menyanyikan album terbarunya berjudul “KEMBALI” / yang diciptakan secara khusus oleh Tonny Koeswoyo.// Kondisi ini membuat Murry tahu diri // Untuk tetap melanjutkan naluri bermusiknya / maka dia membentuk MURRY’S Group dengan duet vokal Pius dan Harry ala Yon dan Yok / sehingga warna musiknya pun nyaris sama dengan Koes Plus.//
Murry;s Group sempat menelorkan dua album / namun juga tidak meledak di pasaran.// 
Tahun 80 an, pamor Koes Plus sudah mulai menurun.//
Pada dekade ini bermunculan penyanyi solo / yang kehadirannya mulai mendapatkan tempat dihati para penggemarnya / bahkan group musik pun mulai bervariasi yang berkiprah / seperti Gank Pegangsaan yang dimotori oleh Chrisye / Guruh Sukarno Putra / Keenan Nasution / Oding Nasution / Gaury Nasution / mereka telah memanfaatkan tehnologi untuk berkarya dalam bidang musik / sehingga hasil karyanya lebih enak didengar dan terasa lebih komplit.//
Walaupun dunia musik telah tersentuh tehnologi / namun Koes Plus tetap mempertahankan warna musiknya / karena Koes Plus memiliki keyakinan bahwa warna musik yang sederhana / manis dan mudah dicerna /  kondisi ini tetap bisa dipertahankan / walaupun untuk sementara harus tergeser oleh kehadiran musisi2 muda yang kreatif sebagai alternatif pilihan.//
Perlahan tapi pasti / grafik popularitas Koes Plus mulai menurun.//
Dalam kondisi seperti ini / masing-masing personil Koes Plus berusaha untuk tetap eksis.// Mereka mencoba untuk bersolo karir / namun apa hendak dikata usaha mereka tidaklah mulus seperti pada saat mengawali karirnya.//
Yon sempat bersolo karir dengan merilis beberapa albumnya / sebuah lagu ciptaan orang lain yang berjudul “Lamunan” dinyanyikan Yon / namun hasilnya dipasaran juga tidak menggembirakan.//
Yok bersolo karir dalam menulis lirik lagu dibantu oleh Teguh Esha  penulis novel ‘Ali Topan’ / namun album yang dirilis juga tidak memuaskan.//

Murry mencoba mencipta lagu untuk penyanyi lain / ada beberapa lagu ciptaannya yang telah direkam /dan salah satunya yang populer berjudul ‘MAMA’ dibawakan oleh penyanyi ternama saat itu Eddy Silitonga.//
Demikian pula Tonny Koeswoyo mulai menciptakan lagu untuk penyanyi lain / bahkan bersama Murry yang masih setia / sering berkutat distudio rekaman untuk mengiringi penyanyi2 pendatang baru / yang ironisnya sampai tidak mengenal siapa penyanyi yang diiringinya.//
Paska tahun 80an pamor Koes Plus benar-benar sudah tidak bersinar lagi //
Demikian pula group2 musik lainnya seperti Panber’s/ The Mercy.s/ dan yg lain. Karena pada kurun waktu ini mulai terbit penyanyi2 solo yang tidak terbendung seperti Iis Sugiyanto/ Nani Sugiyanto/ Rafika Duri/ Harvey Malaiholo/ Ebiet GAD/ Jamal Mirdad/ Obbie Mesakh  / dan masih banyak lagi.//
Bersamaan dengan terbitnya penyanyi2 solo ini/ maka terbenamlah Group2 Musik yang pernah berjaya pada dekade sebelumnya/ memang kehidupan bagaikan roda berputar / kadang diatas dan suatu saat akan berada dibawah..
Waktu terus berjalan / kondisi kesehatan Tonny ‘sang jendral’ Koes Plus pun semakin memburuk akibat penyakit kanker usus yang dideritanya..Pada hari Jum’at tanggal 13 April 1987 pukul 22.30 Tonny Koeswoyo yang  terlahir dengan nama Koestono telah tutup usia/ setelah sekitar dua bulan dirawat dirumah sakit Setia Mitra Jakarta./ Tonny Koeswoyo dipanggil Sang Khaliq pada usia 51 Tahun.// Dunia Musik tanah air kehilangan putra terbaiknya yang telah memberikan kontribusi dalam perkembangan musik pop Indonesia.. Pupus sudah harapan para penggemar Koes Plus saat itu/ yang tetap mendambakan kebesaran nama Koes Plus dalam formasi yang lengkap.
Sepeninggal Tonny / Koes Plus masih tetap berusaha eksis / dengan formasi Yon/ Yok dan Murry.// Mereka sempat merilis album Pop Dhangdhut //.
Koes Plus memang tak pernah benar-benar ‘mati’/ Karirnya memang timbul tenggelam / tapi penggemarnya yang rata2 usianya sudah diatas 30 tahun / hingga kini masih tetap eksis. Demikian pula Koes Plus selalu ingin tetap eksis / walau dalam kondisi  apapun.Tatkala kondisinya terpuruk/ mereka selalu berusaha untuk bangkit kembali. 

Tahun 1992 / seiring dengan menurunnya kondisi kesehatan Murry akibat penyakit Hernia yang diderita / praktis hanya tinggal Yon dan Yok yang masih bisa berkiprah /  Banyak penggemar Koes Plus yang mengkhawatirkan pamornya akan benar2 padam.// Dalam kondisi seperti ini muncullah penyelamat kharisma Koes Plus/ bergabunglah Abadi Susman / musisi ‘serba bisa’ dan Jelly Tobing sang penggebug drum yang enerjik / maka berkumandang kembali lagu-lagu  Koes baik lewat aksi panggung maupun lewat stasiun Televisi.//
Bahkan atas jasa Seorang entertainer ternama Tantowi Yahya / di tahun 1992 pula Koes Plus memperoleh anugerah penghargaan dari perusahaan pita kaset BASF / yang berupa  LEGEND BASF AWARDS.//

Prosesi penyampaian penghargaan itu disiarkan secara langsung oleh TVRI  //  Yon, Yok dan Murry yang telah membaik kesehatannya serta Abadi Susman kembali tampil dalam satu panggung untuk membawakan lagu2 nya.//
Penggemar Koes Plus setanah air merasa terobati kerinduannya terhadap keberadaan Koes Plus yang mulai berkiprah lagi. //
Saat itu pula Murry memimpin prosesi mengheningkan cipta untuk ‘sang jendral’ Koes Plus Tonny Koeswoyo almarhum / tak ayal lagi hampir semua hadirin tertunduk hening / dan air matapun tak terasa menetes membasahi pipi.//
Tampilnya kembali Koes Plus ‘baru’ / dengan formasi Yon/ Yok/ Murry dan  Abadi Susman / maka Koes Plus Baru inipun banyak diincar oleh promotor pertunjukan.// Salah satu promotor yang berhasil menggaet Koes Plus baru ini adalah Ais Suhana / yang merupakan penggemar berat Koes Plus.
Setelah sukses pada penampilan perdananya di  News Caffe / Koes Plus  terus diburu untuk manggung diberbagai tempat./ dengan harga tiket yang hanya bisa dijangkau oleh kelas menengah keatas.//
Sayang / kondisi ini tidak berlangsung lama / karena Abadi Susman tidak bisa bertahan lebih lama bergabung dengan Koes Plus.//
Untuk mengisi formasi Lead Gitar / kemudian mencoba menghadirkan  Damon Tonny Koeswoyo / putra bungsu Tonny Koeswoyo almarhum.//
Tahun 1994 /sempat merilis album pop ‘Tak Usah Kau Sesali’/ permainan gitar Damon nampak berbeda dengan permainan almarhum ayahnya.//
Namun kehadiran Damon untuk mengisi formasi gitar dalam bermusik bersama pamannya juga tidak berlangsung lama / karena Damon dalam bermusik lebih enjoy bergabung dengan teman sebayanya.//
Formasi gitar yang ditinggalkan Damon kemudian digantikan oleh Najib / yang sebelumnya sebagai gitaris Cockpit Band.//
Najib sempat ikut tampil bersama Koes Plus dalam beberapa aksi panggungnya//
Popularitas lagu2 Koes Plus sempat pula dilirik oleh produser yang juga penggemar berat Koes Plus / lagu2nya diproduksi kembali dalam irama yang berbeda/ irama House Music / yang saat itu sedang digandrungi para remaja.//
Lagu ‘Dara manisku’ dan ‘Pelangi’ / yang dirilis dalam irama menghentak     House Music / atau lebih dikenal dengan irama Disco sempat berkumandang dan menggoyang sedikitnya 240 Diskotek di seluruh Indonesia.//
Bongkar pasang formasi Koes Plus  seakan tak pernah berhenti / setelah hadirnya Jelly Tobing dan Abadi Susman/ disusul Damon dan Najib lalu muncul personil baru Bambang Tondho/ seorang penggemar berat Koes Plus yang sangat ‘fasih’ menirukan permainan lagu2 Koes Plus.//
Bambang Tondho merupakan adik dari penyanyi ternama  Tanty Yosepha / bersama Koes Plus / Bambang Tondho mengikuti tour Show Koes Plus di beberapa kota di Indonesia dengan memainkan Keyboard dan gitar.//>
Menurut Murry, Bambang Tondho memiliki permainan musik dan warna vokal yang mirip dengan Almarhum Tonny / sehingga sangat pas sebagai pengganti posisi Tonny.//
23. Dinamika perjalanan karir Koes Plus terus bergolak/ dengan alasan sudah capek dan sudah tidak mood lagi karena usia yang semakin senja, maka Yok pemeganginstrumen Bass Gitar menyatakan mengundurkan diri.
Lowongnya formasi Bass kemudian Koes Plus merekrut Hans ,/yang tak lama kemudian digantikan oleh  Jack Kasbie.//
Kemudian juga merekrut Anto sebagai backing vokal untuk menggantikan suara Yok yang mengundurkan diri saat itu.//
Formasi asli Koes Plus tinggal Yon dan Murry.//

24  Pergantian demi pergantian personil mewarnai keberadaan Koes Plus.//
Album Koes Plus yang kemudian berhasil dirilis dan dinilai agak sukses  adalah produksi Calista 2000 yang mengandalkan lagu ciptaan Murry sebagai lagu unggulan dalam album tersebut / berjudul “GADIS GENIT” //
Dalam memproduksi album ini diperkuat oleh personil Andolin pada lead gitar dan keyboard serta Jack Kasbie pada Bass Gitar.//
Menurut pengamat musik saat itu / Koes Plus sudah sulit bersaing dengan kehadiran musisi2 baru / mereka hanya sekedar mengulang sejarah.//
Namun pendapat ini disanggah oleh Murry / selama Koes Plus mampu menciptakan lagu yang bagus / dan didukung oleh musisi yang serius / tentu akan mampu bersaing dengan pendatang baru.//
Koes Plus memang tidak mengikuti perkembangan musik terbaru / karena masih ingin tetap konsisten mempertahankan warna musiknya yang sudah merakyat.//
Kekuatan lagu2 Koes Plus yang gampang dinikmati dan mudah ‘kena dihati’/
melodi dan liriknya sederhana / menjadikan gampang dinyanyikan oleh siapa saja// Inilah yang menjadikan lagu-lagu Koes Plus  merakyat..//
Koes Plus berhasil merambah berbagai jenis musik/ musik pop/ keroncong / qasidah / dhangdhut / bahkan musik rock.//
Sepeninggal Tonny yang dikenal sebagai ‘pabrik lagu’ karena memang Tonny sangat produktif dalam menciptakan lagu untuk Koes Plus / maka penciptaan lagu tidak ada lagi dominasi / kini Yon / Yok dan Murry saling mengisi untuk menciptakan lagu pada album yang dirilis.//
Tonny memang pernah melarang adik2nya untuk menciptakan lagu / hal ini dimaksudkan untuk menjaga warna musik / agar lagu2 yang dibawakan oleh
span style="color: #f1c232; font-size: large;">Koes Bersaudara maupun Koes Plus memiliki warna musik yang konsisten //
Lagi pula memang pada saat itu  Tonny menganggap bahwa adik2nya  belum mampu menciptakan lagu. //
Koes Plus tetap ingin mempertahankan warna lagu dan musik sebagai ciri khas yang telah terbentuk / kalaupun ada perubahan tidak dilakukan secara frontal.//
Ciri lagu2 Koes Plus /  musik dan liriknya sederhana / serta duet vokal.yang harmonis antara Yon dan Yok.//
Kendatipun demikian warna musik Koes Plus tetap mengalami transformasi.//
Koes Plus yang sudah mantap dengan jenis Pop/ ternyata juga tidak segan-segan untuk mengikuti arus penggemar musik saat itu.//
Koes Plus terpaksa harus memenuhi produser rekaman / maka tak hanya ,menciptakan lagu2 jenis pop Indonesia saja/ melainkan juga menciptakan jenis lagu Pop Jawa/ Pop Melayu/ Pop Keroncong/ Folk Song/ Pop Anak2/ dan bahkan Pop Qasidah.// Dan sempat pula dirilis album Instrumentalia lagu2 Koes Plus.//
Tuntutan produktivitas yang begitu tinggi menjadikan Koes Plus dalam menciptakan lagu terkesan hanya asal jadi / walau tidak semuanya.//
Ternyata lagu karya cipta Yok Koeswoyo ‘Why Do You Love Me’ sempat  berhasil menduduki tangga kedua dalam Parade Hit’s  Radio Australia .//
Penggemar Koes Plus terbentuk setelah lagu2 Koes Plus menjadi hit’s diradio-radio swasta diseluruh Indonesia.//
Kekuatan Koes Plus dibandingkan dengan group Band lain terletak pada kemampuan personalnya yang memiliki kreativitas tinggi dalam menciptakan lagu.//  Semua personal Koes Plus merupakan pencipta lagu yang produktif.//
Istimewanya / sebagian besar lagu2nya enak didengar /dan mudah ditiru untuk dinyanyikan.// Hal ini membuat penggemarnya menjadi semakin terpatri dan fanatik / walaupun usia mereka kini telah merambah kepala enam.//
Bahkan penggemar baru yang tidak mengalami peredaran album aslinya yang kini rata-rata masih remaja juga ikut mengoleksi lagu2 Koes Plus.
Lagu hasil karya cipta Koes Bersaudara maupun Koes Plus tidak bisa ditentukan secara pasti jumlahnya / namun diprediksi lebih dari 900 lagu yang telah diciptakan.//
Namun sayang / sampai saat ini tidak ada koleksi2 berharga milik      Koes Bersaudara mapun Koes Plus / khususnya milik Tonny Koeswoyo almarhum / yang bisa diabadikan dalam sebuah museum // Bahkan Yon juga mengakui bahwa mereka tidak memiliki koleksi kaset maupun PH nya.//
Hal ini diakui oleh Yon Koeswoyo / karena dalam meniti perjalanan panjang ini tidak mengira / bahwa keberadaan mereka akan menjadi legendaris.//
Walaupun kini praktis tinggal Yon yang aktif bermusik / namun keberadaannya masih tetap diperhitungkan oleh penggemarnya.//
Koes Plus memang tak akan pernah mati / dan akan tetap mendapat tempat dihati penggemarnya.//
Penggemar Koes Plus diberbagai kota di Indonesia telah bergabung dalam Fan;s Club / bahkan Group Band pelestari lagu-lagu Koes Plus pun telah tumbuh bagaikan jamur dimusim penghujan / tak terkecuali anak2nya yang tergabung dalam YUNIOR yang sempat merilis beberapa lagu2 Koes Plus dalam albumnya. //
Meskipun kini layak disebut Plus Koes / namun nama Koes Plus tetap akan terus bersinar. //  Bravo Koes Plus ‘Sang Legendaris’

Tidak ada komentar: